Ruang Tunggu..
Aku menunggu. Kamupun sama, menunggu.
Lama kita berdiri berjauhan tanpa saling sapa, itu aku yang tak ingin.
Menolehpun tidak, aku takut..
Kau berharap agar aku mengerti, ternyata hanya ke ambiguan.
Aku menunggu, diruang tunggu.
Diruang Rindupun iya, tapi bukan untukmu.
Kadang, tak sering.
Menunggumu ? Bisa jadi iya, tapi lebih banyak tidak.
Maaf, ruang tungguku terlalu banyak perihal
Dan maaf..
lagi lagi perihal itu bukan tentang kamu..
Menunggumu itu, hanya untuk orang orang yang siap.
Aku belum, dan entah kapan.
Tapi aku sadar, aku tak perlu menunggumu.
Tak perlu menanti kedatanganmu.
Janjian untuk besua pun tak perlu.
Sangat tak perlu.
Kamu..
Di waktu kapanpun pasti akan datang melamarku, kapanpun.
Dengan membawa partner untuk mengkhitbahku.
dan Saat itu aku resmi di khitbah, kamu.
Kematian.
Senja. Kini aku menyesal, mengabaikan dia.
Melupakan haknya. Tak menangisi untuknya.
Samarinda, 29 November 2017
bagaimana bisa ?
Kamis, 12 Juli 2018
Senyuman Hati part 3
Senyuman Hati, Tentang KITA..
Aku teringat awal pertemuan kita.
Pertemuan disuatu tempat yang penuh berkah.
Berkah sekali. Disaat orang orang asik mendengarkan, aku dengan sokrab-nya(sok akrab) dengan kamu. Ngajak kamu ngobrol. Lirik lirik kamu. Senyum senyumin kamu.
Oya ngajak ngobrol kamu itu penuh tenaga ya.
Iya, kamu yg super diam aku yg super cerewet. Kamu yang khusyuk mendengarkan, aku yang riweh riweh ga jelas.
Haa. Allah itu Maha baik banget ya, nyatukan perbedaan kita.
Meskipun terkadang kita ibarat air dan minyak didalam wajan, bersama tapi akan menimbulkan suara suara bising peletakpelitik gitu..
-Kamu bicara-
Kamu benar, aku tak pandai berskenario marah dan melawan amarahmu.
Aku tak pandai. Sebab senyuman hati ini lebih memekar ketimbang bara api yg hanya sebuah kuncup layu. Kamu benar, ta'aruf kita emang terlalu cepat tapi bukankah waktu yang singkat itulah yang menyatukan ? Aku setuju dengan kamu, ta'aruf itu seharusnya selamanya.
Mengenal dan saling mengenali.
Oya Maaf ya, atas ketidak nyamanan yg sudah aku perbuat. Aku, aku cuma menanyakan.
Tak ada niat lain. Cuma perhatian. Emang perhatian dengan sahabat sendiri ga boleh ?
Hehe, boleh kan yaa. Mungkin akunya saja saja yg tidak bisa memahami karakter kamu. Iya kamu.
Untuk segala perbedaan kita, aku berterimakasih karna kamu telah menjadi Teman Hijrahku. Kita tetap sesurga kan ?
-Aku Bicara-
Kamu...
Kamu paling bisa mencairkan amarahku.
Mukamu dan ekspresimu yang polos itu membuatku tak tega. Aih, lagian siapa yg tega membuat kamu- teman sesurga- merasa bersalah gitu.
"Kita hanya perlu bicara dari hati kehati. Memperbaiki trouble yang tak pernah berhenti. Mendengarkan satu sama lain. Dan tidak ada yg merasa 'aku yang benar'. Menurunkan ego. Sedikit saja." Itukan yang selalu ingatkan ke aku.
Untuk segala perbedaan kita, aku berterimakasih karna kamu telah menjadi Teman Hijrahku. Kita tetap sesurga kan ?
Samarinda, 24 Desember 2017
Aku teringat awal pertemuan kita.
Pertemuan disuatu tempat yang penuh berkah.
Berkah sekali. Disaat orang orang asik mendengarkan, aku dengan sokrab-nya(sok akrab) dengan kamu. Ngajak kamu ngobrol. Lirik lirik kamu. Senyum senyumin kamu.
Oya ngajak ngobrol kamu itu penuh tenaga ya.
Iya, kamu yg super diam aku yg super cerewet. Kamu yang khusyuk mendengarkan, aku yang riweh riweh ga jelas.
Haa. Allah itu Maha baik banget ya, nyatukan perbedaan kita.
Meskipun terkadang kita ibarat air dan minyak didalam wajan, bersama tapi akan menimbulkan suara suara bising peletakpelitik gitu..
-Kamu bicara-
Kamu benar, aku tak pandai berskenario marah dan melawan amarahmu.
Aku tak pandai. Sebab senyuman hati ini lebih memekar ketimbang bara api yg hanya sebuah kuncup layu. Kamu benar, ta'aruf kita emang terlalu cepat tapi bukankah waktu yang singkat itulah yang menyatukan ? Aku setuju dengan kamu, ta'aruf itu seharusnya selamanya.
Mengenal dan saling mengenali.
Oya Maaf ya, atas ketidak nyamanan yg sudah aku perbuat. Aku, aku cuma menanyakan.
Tak ada niat lain. Cuma perhatian. Emang perhatian dengan sahabat sendiri ga boleh ?
Hehe, boleh kan yaa. Mungkin akunya saja saja yg tidak bisa memahami karakter kamu. Iya kamu.
Untuk segala perbedaan kita, aku berterimakasih karna kamu telah menjadi Teman Hijrahku. Kita tetap sesurga kan ?
-Aku Bicara-
Kamu...
Kamu paling bisa mencairkan amarahku.
Mukamu dan ekspresimu yang polos itu membuatku tak tega. Aih, lagian siapa yg tega membuat kamu- teman sesurga- merasa bersalah gitu.
"Kita hanya perlu bicara dari hati kehati. Memperbaiki trouble yang tak pernah berhenti. Mendengarkan satu sama lain. Dan tidak ada yg merasa 'aku yang benar'. Menurunkan ego. Sedikit saja." Itukan yang selalu ingatkan ke aku.
Untuk segala perbedaan kita, aku berterimakasih karna kamu telah menjadi Teman Hijrahku. Kita tetap sesurga kan ?
Samarinda, 24 Desember 2017
Senyuman Hati part 2
Senyuman Hati, Tentangku..
Masih terbesit jelas senyuman itu, nampak berseri.
Mengetik "nape lu tega amat ninggalin gua sendirian diruang pertemuan ?" Chat siap meluncur and send..
Lama..
Masih terbesit jelas senyuman itu, nampak berseri.
Menggoda amarahku untuk berhenti.
Ya, kamu berhasil.
Amarahku meleleh, seperti es batu itu yang kau sisakan digelas minummu.
Hei, tak seperti biasanya kamu. Meninggalkan hal yg kau nikmati.
Kamu berjalan arah pulang.
Kamu berjalan arah pulang.
Aku tak perlu mencegahmu, yang aku perlukan hanyalah memalingkan wajah agar kamu tak merasa kuperhatikan (aih, sebegitu jaimnya aku) melirik perlahan-lahan, berharap kau tak pergi.
(Ini apalagi Tuhan..)
Dalam hitungan 240 detik, tak nampak bayanganmu. Hilang. Oke, kau meninggalkanku. Berdua. Dengan penyesalan. Lagi.
Mengetik "nape lu tega amat ninggalin gua sendirian diruang pertemuan ?" Chat siap meluncur and send..
Lama..
Pertanyaan yang tak kunjung mendapatkan jawaban dari si-tuannya.
Lama. Lama sekali.
Entah berapa banyak panggilan tak terjawab yg aku panahkan padanya. Lagilagi tak ada respon. Kosong. Melompong.
Sunyi seketika. Aku terdampar pada sujud sujud yang kurindukan. Bersama-Nya kusampaikan kesalahanku. Dan hujan mulai membasahi hatiku. Rintik rintik yg menyembuhkan. Luka. Aku tenggelam. Lama bersama-Nya.
Kamu, terimakasih dariku..
Sunyi seketika. Aku terdampar pada sujud sujud yang kurindukan. Bersama-Nya kusampaikan kesalahanku. Dan hujan mulai membasahi hatiku. Rintik rintik yg menyembuhkan. Luka. Aku tenggelam. Lama bersama-Nya.
Kamu, terimakasih dariku..
Samarinda, 20 Desember 2017
Senyuman Hati part 1
Senyuman Hati, Tentangnya..
Sejenak saja aku mohon, jangan ganggu.
Jangan sentuh.
Apalagi memegang.
Kamu tahu bunga putri malu itu ?
Ketika kau sentuh maka semakin ia menutup.
Semakin kau berusaha untuk memegangnya, maka duri duri tajamnya dengan sigap melukaimu.
Ya, begitulah hati ketika tak diberi pupuk penyegar maka duri duri tajamnya kan melukai siapapun. Sisanya, hanyalah pupuk gagal. Penyesalan.
"Kan aku sudah bilang, Ta'aruf itu tak cukup 1 tahun, 2 3 4 tahun, tidak. Apalagi 1 2 3 4 minggu.
Tidak. Tapi ta'aruf itu selamanya. Mengenal dan saling mengenali.
Jadi kamu tak payah mengatakan bahwa dirimu sudah ma'rifat banget dengan diriku" kataku..
Dia hanya tertunduk, dan tersenyum.
Entah apa arti dari senyumnya.
Yang aku tahu, dia tak pandai berskenario marah, atau membalas ke amarahanku.
Itu yg ku tahu. Sisanya aku tak peduli.
Begitulah aku dengan segala keegoisanku.
Sedangkan dia, dia yg selalu setia perhatian dan menanyakan perihal tentangku.
Menanyakan "Apa, kenapa, bagaimana,mengapa, siapa"lagilagi tentang aku dan tak henti hentinya pertanyaan itu keluar dari bibirnya.
Sedangkan aku, lagi lagi tak peduli.
Senyumnya tetap sama, tak ada nampak kekecewaan.
Iya, itulah dia.
Samarinda, 19 Desember 2017
Sejenak saja aku mohon, jangan ganggu.
Jangan sentuh.
Apalagi memegang.
Kamu tahu bunga putri malu itu ?
Ketika kau sentuh maka semakin ia menutup.
Semakin kau berusaha untuk memegangnya, maka duri duri tajamnya dengan sigap melukaimu.
Ya, begitulah hati ketika tak diberi pupuk penyegar maka duri duri tajamnya kan melukai siapapun. Sisanya, hanyalah pupuk gagal. Penyesalan.
"Kan aku sudah bilang, Ta'aruf itu tak cukup 1 tahun, 2 3 4 tahun, tidak. Apalagi 1 2 3 4 minggu.
Tidak. Tapi ta'aruf itu selamanya. Mengenal dan saling mengenali.
Jadi kamu tak payah mengatakan bahwa dirimu sudah ma'rifat banget dengan diriku" kataku..
Dia hanya tertunduk, dan tersenyum.
Entah apa arti dari senyumnya.
Yang aku tahu, dia tak pandai berskenario marah, atau membalas ke amarahanku.
Itu yg ku tahu. Sisanya aku tak peduli.
Begitulah aku dengan segala keegoisanku.
Sedangkan dia, dia yg selalu setia perhatian dan menanyakan perihal tentangku.
Menanyakan "Apa, kenapa, bagaimana,mengapa, siapa"lagilagi tentang aku dan tak henti hentinya pertanyaan itu keluar dari bibirnya.
Sedangkan aku, lagi lagi tak peduli.
Senyumnya tetap sama, tak ada nampak kekecewaan.
Iya, itulah dia.
Samarinda, 19 Desember 2017
perempuan dan anak
Ada suara yang tak asing memanggilku, ia berlari lalu mengatakan "Mbaaa tya.." ia menghampiriku dan menjatuhkan pelukannya. Mbanya sepontan kaget dan gabisa gerak, karna hijabnya tertarik.. 😅
Yah, itulah dia. Sikecil dan lucu.
Yang tawanya membuat kebahagian, yang tangisnya merindukan kasih sayang sederhana bermain bersama.
Anak..
Peran orangtua sedini mungkin sangat penting untuk perkembangan anak.
Karena sedari kecil bahkan sedari dalam kandungan peran orangtua dalam perkembangan anak sangat dibutuhkan.
Sedari kandungan ? Iya, memberikan nutrisi dan vitamin untuk si calon baby sangat penting.
Dan meskipun lagi mengandung juga harus berada diaktivitas yg bermanfaat.
Karna ini akan memberikan nutrisi lebih kepada si calon bayi. (Ini ilmu yg saya dapat)
Bahkan, sedari memilih pasangan juga harus diperhatikan. Untuk apa ? Untuk perbaikan Umat, karena ia adalah generasi yg akan meneruskan perjuangan agama dan bangsa. Itu sederhananya.
Lalu Perhatikan ga sih, kids zaman now.
Jangan-jangan kita menutup mata pada permasalahan yang serius ini.
Yang perkembangannya sudah terkontaminasi dengan virus-virus yang membahayakan. Ketagihan ngelem, merokok, narkoba, film-film yg merusak akhlak, perkataan kotor yg menjadi budaya buruk, konten-konten porno yg dikonsumsi merajalela yg bisa dibuka dimanapun, permainan yg tidak mendidik, menjadikan idola yg tak patut dijadikan teladan.. dll
Ini permasalahan serius guys..
Jika wanitanya saja tak paham atas kodratnya, maka ketika ia diberi amanah seorang Anak. Ia akan mendidik anaknya dengan sembarangan, tanpa tuntutan agama. .
Huft..
Aku merindukan,
Merindukan ia yg tawanya membuat kebahagian, yang tangisnya merindukan kasih sayang sederhana mengajak bermain bukan tangisan meminta gadget dan kuota..
Dari seseorang yang mencoba memantaskan~
Samarinda, 30 Januari 2018
Yah, itulah dia. Sikecil dan lucu.
Yang tawanya membuat kebahagian, yang tangisnya merindukan kasih sayang sederhana bermain bersama.
Anak..
Peran orangtua sedini mungkin sangat penting untuk perkembangan anak.
Karena sedari kecil bahkan sedari dalam kandungan peran orangtua dalam perkembangan anak sangat dibutuhkan.
Sedari kandungan ? Iya, memberikan nutrisi dan vitamin untuk si calon baby sangat penting.
Dan meskipun lagi mengandung juga harus berada diaktivitas yg bermanfaat.
Karna ini akan memberikan nutrisi lebih kepada si calon bayi. (Ini ilmu yg saya dapat)
Bahkan, sedari memilih pasangan juga harus diperhatikan. Untuk apa ? Untuk perbaikan Umat, karena ia adalah generasi yg akan meneruskan perjuangan agama dan bangsa. Itu sederhananya.
Lalu Perhatikan ga sih, kids zaman now.
Jangan-jangan kita menutup mata pada permasalahan yang serius ini.
Yang perkembangannya sudah terkontaminasi dengan virus-virus yang membahayakan. Ketagihan ngelem, merokok, narkoba, film-film yg merusak akhlak, perkataan kotor yg menjadi budaya buruk, konten-konten porno yg dikonsumsi merajalela yg bisa dibuka dimanapun, permainan yg tidak mendidik, menjadikan idola yg tak patut dijadikan teladan.. dll
Ini permasalahan serius guys..
Jika wanitanya saja tak paham atas kodratnya, maka ketika ia diberi amanah seorang Anak. Ia akan mendidik anaknya dengan sembarangan, tanpa tuntutan agama. .
Huft..
Aku merindukan,
Merindukan ia yg tawanya membuat kebahagian, yang tangisnya merindukan kasih sayang sederhana mengajak bermain bukan tangisan meminta gadget dan kuota..
Dari seseorang yang mencoba memantaskan~
Samarinda, 30 Januari 2018
aku dan air
[Aku dan air]
Awalnya aku mikir kenapa anak kecil itu bisa sebahagia sedemikian bahagianya.
Senyumnya mekar, tawanya menggeleggar.
Lelahnya tak nampak, meski harus satu jam lebih menyelusuri jalan serta terik matahari yang menusuk.
Lalu aku flashback dimasa kecil ku.
Dialog dalam hati, "aku dulu juga gitu.
Jika air pasang aku Merengek-rengek meminta izin untuk berenang.
Ga diizinin, nangis.
Lari kekamar Terus ngelempar barang kemana-mana.
Setelah itu capek, ketiduran.
Gajadi berenangan" Haha..
Dewasa kini, aku menyadari.
Ada alasan-alasan yang Orangtua simpan mengapa pada saat itu tidak diizinkan.
Ada alasan-alasan yang kelak orangtua sudah persiapkan bahwa kelak 'kau akan memahami dengan sendirinya'.
Kini aku meyakini, bahwa pada saat itu Orangtua juga tak sepenuhnya tersenyum karna telah melarang. Ada pergejolakan besar dihatinya.
Karna bagi anak sebuah larangan itu akan menghapus senyum dan tawa nya. Lalu bagi orangtua, melihat senyum dan tawa anak adalah suntikan nafas terbesar.
Sedangkan bagi anak, bermain air itu kebahagian yg sederhana.
Samarinda, 12 Februari 2018
Awalnya aku mikir kenapa anak kecil itu bisa sebahagia sedemikian bahagianya.
Senyumnya mekar, tawanya menggeleggar.
Lelahnya tak nampak, meski harus satu jam lebih menyelusuri jalan serta terik matahari yang menusuk.
Lalu aku flashback dimasa kecil ku.
Dialog dalam hati, "aku dulu juga gitu.
Jika air pasang aku Merengek-rengek meminta izin untuk berenang.
Ga diizinin, nangis.
Lari kekamar Terus ngelempar barang kemana-mana.
Setelah itu capek, ketiduran.
Gajadi berenangan" Haha..
Dewasa kini, aku menyadari.
Ada alasan-alasan yang Orangtua simpan mengapa pada saat itu tidak diizinkan.
Ada alasan-alasan yang kelak orangtua sudah persiapkan bahwa kelak 'kau akan memahami dengan sendirinya'.
Kini aku meyakini, bahwa pada saat itu Orangtua juga tak sepenuhnya tersenyum karna telah melarang. Ada pergejolakan besar dihatinya.
Karna bagi anak sebuah larangan itu akan menghapus senyum dan tawa nya. Lalu bagi orangtua, melihat senyum dan tawa anak adalah suntikan nafas terbesar.
Sedangkan bagi anak, bermain air itu kebahagian yg sederhana.
Samarinda, 12 Februari 2018
zona
- Maka ada 3 tipe manusia versi aku :
1. Ia yang berani keluar dari zona nyamannya, nyebur dan tenggelam bersama segudang tantangan
2. Ia yang terus menerus menghindar tak ingin mencicipi manisnya gelombang, tapi keingin tahuannya besar
3. Dan ia yg merasa bahwa berada di tepi pantai menikmati pasir kehangatan lebih baik
Selamat belayar kapten, - tetap menjadi ice cream yg menyejukkan ditengah teriknya pantai.
- Kalau kata senja mastha'totum, berusaha hingga titik. 😊
- Samarinda, 19 Februari 2018
Langganan:
Komentar (Atom)