Ruang Tunggu..
Aku menunggu. Kamupun sama, menunggu.
Lama kita berdiri berjauhan tanpa saling sapa, itu aku yang tak ingin.
Menolehpun tidak, aku takut..
Kau berharap agar aku mengerti, ternyata hanya ke ambiguan.
Aku menunggu, diruang tunggu.
Diruang Rindupun iya, tapi bukan untukmu.
Kadang, tak sering.
Menunggumu ? Bisa jadi iya, tapi lebih banyak tidak.
Maaf, ruang tungguku terlalu banyak perihal
Dan maaf..
lagi lagi perihal itu bukan tentang kamu..
Menunggumu itu, hanya untuk orang orang yang siap.
Aku belum, dan entah kapan.
Tapi aku sadar, aku tak perlu menunggumu.
Tak perlu menanti kedatanganmu.
Janjian untuk besua pun tak perlu.
Sangat tak perlu.
Kamu..
Di waktu kapanpun pasti akan datang melamarku, kapanpun.
Dengan membawa partner untuk mengkhitbahku.
dan Saat itu aku resmi di khitbah, kamu.
Kematian.
Senja. Kini aku menyesal, mengabaikan dia.
Melupakan haknya. Tak menangisi untuknya.
Samarinda, 29 November 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar