Tak ada yang salah dengan sebuah perasaan tersebut.
Rasa kagum dan suka adalah manusiawi yang selalu dirasakan oleh setiap hamba-Nya.
Sayapun pernah mengalaminya.
Hanya saja, sebagai manusia memiliki hak untuk meneruskan rasa tersebut atau menyudahi.
Kita memiliki komitmen dalam hidup ini.
Ingin jalan baik atau buruk.
Rasa kagum dan suka, sah-sah saja.
Tapi cara untuk merangkul rasa tersebut, ikutilah panduan dari Allah.
Ikutilah perintah-Nya dan jauhilah larangan-Nya.
Entah siapa dan dimana kau calon imamku.
Adalah ia yang diam-diam, selalu berdoa disetiap sujud dengan mengharap ridha-Nya.
Bahkan manusia pun tak mengetahui.
Tak perlu diumbar atau dipublish.
Adalah ia yang tak pernah menunjukkan, bahwa 'aku suka'
dengan tidak menunjukkan gerak bahasa tubuhnya.
Adalah ia yang seperti Ali, yang hanya memamerkan rasa suka dan inginnya hanya kepada RABB nya hingga syetan pun tak mengetahui.
Pada akhirnya pun, ia bersatu pada pujaan hatinya, dengan rasa yang mereka mengetahui setelah bersama ketika Halal..
... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...
Teruntuk kamu penggenap agamaku,
Aku tau kau sedang berjuang.
Berjuang untuk memantaskan diri dan berjuang dalam hal finansial.
Akupun sama, sedang memantaskan diri.
Teruntuk kamu penggenap agamaku,
Entah kamu berada dimana, baik-baik ya.
kita akan bertemu entah didunia ataupun kelak disyurga-Nya 😄
salam,
-Wdchintya E-
Selasa, 28 Februari 2017
Minggu, 19 Februari 2017
Tentangmu..
Sejauh apapun melangkah dan berjalan, do'a
dari seorang orangtua insyaAllah pasti akan terus terucap. Tanpa kita
tau, orangtua masih menangis karna kita.
Tanpa kita tau, pengorbanannya melebihi dari apa yang kita ketahui.
Mamah.
Terimaksih atas segala pengorbananmu.
Yang mengandungku selama 9 bulan lebih.
Membawa kandungan yang menambah berat beban tubuhmu.
Hingga detik-detik aku akan lahir kedunia, kau masih saja harus merasakan rasa sakit yang luar biasa.
Antara hidup dan mati, kau pertaruhkan nyawamu.
Demi siapa ? demi anakmu ini yang sampai sekarang belum bisa membahagiakanmu. :'(
Hingga bayi dalam kandunganmu keluarpun, Babah dan Mamah pun masih harus berusaha membiayai hidupku.
Saat bayiku, mamah dan babah pun harus kesibukan merawatku . Saatku menangis rewel kalian menenangiku. Mengajariku untuk merangka, mengajariku berjalan, mengajari membaca menulis, mengajari segalanya tentang hidup ini. Mengajariku tentang agama islam.
Saat ku besarpun, kau harus merasakan rasa khawatir. khawatir saat anakmu ini, tak bisa memilih kawan yang benar, tak bisa memilih jalan hidup yang benar. Khawatir jika berbuat yang tidak-tidak..
Hingga dimasa tuamu, mah bah. Kau masih dibuat sedih dan khawatir. jika anakmu ini takbisa merawat dan menjaga balik dimasa tuanya, takbisa membalas semua jasa-jasa yang kalian berikan .
Pada hakikatnya pun, orangtua tak meminta banyak pada anaknya. Permintaan sederhana, " Taat pada Sang Pencipta, Rajin ibadah, menjadi anak yang sholeh/ah, Tidak lupa & menghargai serta menghormati orangtua, sukses didunia maupun akhirat.
" Di Syurga kelak, insyaAllah orangtua yang memiliki anak yang shaleh-shalehah akan ditinggikan derajatnya sampai mereka sendiri takjub dan hampir tak percaya. Rasullullah SAW bersabda, "Sungguh seorang manusia akan ditinggikan derajatnya diSyurga kelak, ia bertanya "Bagaimana aku bisa mencapai semua ini ?" Maka dikatakan kepadanya, " Ini semua disebabkan permohonan ampun kepada ALLAH yang selalu diucapkan oleh anakmu untukmu." (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)
Tanpa kita tau, pengorbanannya melebihi dari apa yang kita ketahui.
Mamah.
Terimaksih atas segala pengorbananmu.
Yang mengandungku selama 9 bulan lebih.
Membawa kandungan yang menambah berat beban tubuhmu.
Hingga detik-detik aku akan lahir kedunia, kau masih saja harus merasakan rasa sakit yang luar biasa.
Antara hidup dan mati, kau pertaruhkan nyawamu.
Demi siapa ? demi anakmu ini yang sampai sekarang belum bisa membahagiakanmu. :'(
Hingga bayi dalam kandunganmu keluarpun, Babah dan Mamah pun masih harus berusaha membiayai hidupku.
Saat bayiku, mamah dan babah pun harus kesibukan merawatku . Saatku menangis rewel kalian menenangiku. Mengajariku untuk merangka, mengajariku berjalan, mengajari membaca menulis, mengajari segalanya tentang hidup ini. Mengajariku tentang agama islam.
Saat ku besarpun, kau harus merasakan rasa khawatir. khawatir saat anakmu ini, tak bisa memilih kawan yang benar, tak bisa memilih jalan hidup yang benar. Khawatir jika berbuat yang tidak-tidak..
Hingga dimasa tuamu, mah bah. Kau masih dibuat sedih dan khawatir. jika anakmu ini takbisa merawat dan menjaga balik dimasa tuanya, takbisa membalas semua jasa-jasa yang kalian berikan .
Pada hakikatnya pun, orangtua tak meminta banyak pada anaknya. Permintaan sederhana, " Taat pada Sang Pencipta, Rajin ibadah, menjadi anak yang sholeh/ah, Tidak lupa & menghargai serta menghormati orangtua, sukses didunia maupun akhirat.
" Di Syurga kelak, insyaAllah orangtua yang memiliki anak yang shaleh-shalehah akan ditinggikan derajatnya sampai mereka sendiri takjub dan hampir tak percaya. Rasullullah SAW bersabda, "Sungguh seorang manusia akan ditinggikan derajatnya diSyurga kelak, ia bertanya "Bagaimana aku bisa mencapai semua ini ?" Maka dikatakan kepadanya, " Ini semua disebabkan permohonan ampun kepada ALLAH yang selalu diucapkan oleh anakmu untukmu." (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)
- MashaAllah,
semoga kita semua dapat menjadi anak yang soleh dan sholehah. Membalas
segala pengorbanan kedua orangtua. Meskipun pada hakikatnya tak bisa
membalas sepenuhnya atas segala pengorbanan dan kebaikan orangtua.
.
Yuk. sayangi kedua orangtua. jangan pernah lupakan pengorbanannya :-)
.
Ada banyak kesusahan serta beban yg tlah terlukis. Akan ada waktu serta massa merubah lukisan kesusahan serta beban itu menjadi senyum bahagia sesungguhnya . Senyum bahagia didunia serta diakhirat, kelak. InsyaAllah .
- -Wdchintya E-
Jika bukan
[Jika Bukan Karna Cinta Kepada-NYA]
Jika bukan karna cinta kepada-Nya, kami tak akan mungkin akan setia sampe sekarang.
Jika bukan karna cinta kepada-Nya, kami tak akan mau berada dijalan ini, dan ditempatkan.
Jika bukan karna cinta kepada-Nya, kami sudah lama akan pergi dari jalan ini.
Jika bukan karna cinta kepada-Nya, mana mampu pundak ini, hati ini menerima segalanya.
Jika bukan karna cinta kepada-Nya, Saudara/i ana di Palestine Syiria Aleppo.. pasti sudah pergi jauh dari kotanya.
Jika bukan karna cinta kepada-Nya..
Ah, sudah! Tak mampu aku menjabarkan. Karna nikmat yg اللة berikan dijalan ini terlalu indah bagi ia yg memahami..
.
Selamat Malam para Pejuang ! .
Jgn lupa bersyukur atas segala pemberian-Nya.
Tenang.. Selalu ada para pembenci didalam jalan perjuangan. Senyumi saja..
Semoga tetap istiqomah dan mampu mempertahankan keistiqomahan..
.
Salam,
-Wdchintya E-
Hikmah perjalanan
Dalam sebuah perjalanan, Ada saja hal yang menarik untuk dituliskan.
Ada saja hal yang menginspirasi untuk dilakukan.
Ada saja hal yang membuat ruhiyah harus dikuatkan.
Ada saja hal yang membuat kekaguman hingga tak ingin berhenti dari sebuah perjalanan.
Dalam
sebuah perjalanan, selalu ada pertemuan yang membuat diri malu. Malu
ketika bertemu dengan seseorang disuatu Masjid (yg selalu membuat diri
merasa aman) bertemu dgn sosok yang berusaha untuk shalat diMasjid
padahal kakinya sedang sakit.
Saat itu hati merasa terenyuh, merasa
bersyukur sekaligus malu karena diri yang masih sempurna dalam arti
memiliki fisik yg lengkap masih bisa bersujud secara langsung
kepada-Nya. Sedangkan beliau, tak bisa lagi bersujud secara langsung. (P
300416)
Dalam sebuah perjalanan aku dituntut melepaskan agar dapat belajar untuk mengikhlaskan.
Ya ! Mengikhlaskan !
Seperti
ia seorang ayah atau ibu, mengikhlaskan waktunya ditengah malam ataupun
dipagi-pagi hari untuk bekerja demi anak-anaknya untuk sesuap nasi..
.
.
Dan
saat ini, aku masih diperjalanan. Entah dipersimpangan atau diujung
jalan itu. Dalam keadaan sehat atau tiada. Yang jelas, perjuangan dulu.
Memperbaiki.. Selamat menikmati perjalanan. .
-Wdchintya E-
090516
keindahan
Aku tak pernah bosan memandanginya terus menerus, melihat dari sudut-sudut sempit sekalipun ia tetap indah.
Meskipun
silaunya matahari tetap saja menganggu pandanganku untuk melihat dengan
jelas atau memang efek mata yang tak bisa lihat secara jelas, tapi ia
tetap indah. Iya. Ia tetap indah.
Apalagi dihiasi dengan gelombang yang mengayun-ayun tubuh ini semakin menambah kenikmatan itu.
.
Akupun
tak pernah bosan mengucapkan kata-kata ini didalam hati, disepanjang
perjalanan "keindahan yang sesungguhnya seperti matahari, silaunya
membuat tunduk pandangan" Iya. Itu menurutku, tapi memang begitukan.
.
Keindahan
yang menambah taqwa serta iman. Keindahan yang menambah kekuatan
prinsipku kepada-Nya. Iya kepada-Nya. Mau kesiapa lagi, manusia ? Duh
apalah, tanamkan dan pegang prinsip hanya untuk Allah. Allah..
-Wdchintya E-
060616
[Potret Lebaran]
[Potret Lebaran]
Yang dikunjungi pertama
adalah Abang pertama dari Kai. FYI umur beliau mungkin sekitar 85an
atau lebih, tapi semangat nya itu luar biasa. paling sehat diantara
Ading2nya. MashaAllah..
.
Jika bekunjung ke tempat datu, Kai,
paman pasti dah alhamdulillah nya diri ini dibawa untuk mengingat
kematian. Gimana tidak, pembahasannya tentang penyakit di masa senja.
Kebiasaan di massa muda menentukan dimassa tuanya loh..
.
Nda heran jika bekunjung Abah selalu ditanya, "Anak mu brpa ?" Maklum penyakit massa tua adlh pelupa bin pikun. Dan ini lucunya,
Abah jwb: "Tiga, (nunjuk kearah Aku, dan ade, satunya..)" Kai : cewe tiga-tiganya. Ndaada laki-lakinya.
Abah : (dengan jahilnya) "iya ntar dia bawa laki-laki (suami)" *apadeh
.
FYI, istrinya masih ada dan abangnya kai masih romantis aje, masih setia aja pakai cincin nikah. 😆
.
Kembali kepenyakit massa senja..
Obat yang disaranin adalah banyak2 mengingat dan mendekat kepada Allah, ajal datang manaada yg tau.
INTINYA,
jangan tinggalkan shalat. Jangan lupa bersujud kepada Allah. Karena
dimasa senja, banyak yg tidak bisa sujud dengan semestinya karena
penyakit. Shalat harus duduk, masih bisa besujud. Jika shalat harus dgn
keadaan baring, nda bisa besujud dgn semestinya. .
Banyak yg hijrah diwaktu senja. Karena merasa waktu tinggal sedikit.
Kenapa nunggu waktu senja, jika diwaktu fajar bisa berhijrah segera..
.
Manfaatkan waktu fajar sebelum senja ☺ -wdchintya-
Balikpapan, 1 Syawal 1437H
.
#selaluada pelajarandisetiapperjalanan
Tragedi itu (Part 1)
Masih terbalut kuat kisah itu, meski telah
bertahun-tahun lamanya. Bekasnya pun masih ada berserakan awalnya, kini
seiringnya waktu hanya sisa kenangan. Entah trauma, tapi kurasa tidak
juga. Entah sedih, tapi kurasa tidak juga. Bersyukur, itu kuncinya.
.
Tepatnya 23 Ramadhan 1432 H. 5 tahun yg lalu. H-7 Lebaran. .
.
Adzan
magrib seperti biasanya selalu dinanti bahkan dirindukan banyak orang,
menanyakan kapan adzan magrib. Ya. Ramadhan selalu mengajarkan umat
muslim bagaimana caranya merindukan panggilan Allah .
.
Adzan Isya
pun terdengar syahdu nan damai dihati, berbondong-bondong bapak, ibu,
kakak, adik, om, tante, julak, acil, serta anak kecil yang tak
ketinggalan menuju rumah Allah untuk menunaikan ibadah shalat isya serta
dilanjutlan dengan shalat Tarawih. Saat itu semua orang beramai-beramai
bahkan berlomba-lomba dalam ibadah. Namun banyak pula sebagian yg
melaksanakan dirumah saja entah apa itu alasannya. Banyak juga yg
memilih meramaikan Mall-mall di kota sebrang nan jauh disana. Itu
pilihan, dunia atau akhirat.
.
Semua berjalan seperti malam-malam biasanya. Shalat isya ditunaikan. Terlaksana dengan khusyuk.
.
Tak ada yg menduka. Semua berpikir malam ini akan terlewatkan seperti
malam-malam sebelumnya. Tapi ternyata tidak ! Api. Ya, Api itu.
.
to be a continue..
-Wdchintya E-
270716
ketakutanku lagi..
Berfikir yang tidak-tidak.
Jelas, terlalu takut untuk merasakan kehilangan. Namun nyatanya telah ditinggalkan.
Tinggal lah mereka yang tersayang. Memaksakan semua harus baik-baik saja. Harus. Dengan merengek, menjerit kepada-Nya.
Takut. Ya takut. Sebuah rasa yang tidak bisa dielak kan.
Menepis semua pemikiran yang selalu saja datang tanpa mengetok terlebih dahulu.
Akan
baik-baik saja, setelah dipikir panjang dan mengalami kejadian banyak
hal ternyata tidak akan bisa selamanya kan baik-baik saja. Sekuat dan
semampu apapun menemani serta menjaga.
Kau percaya takdir, bukan ?
Kau percaya semua atas kehendakn-Nya, bukan ?
Kau percaya pertolongan-Nya begitu dekat, bukan ?
Kau
percaya manusia kan diuji sesuai kemampuannya, bukan ?
"Mahasuci Allah
yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu,
yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa diantara
kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun," (
67:1-2)
Tetesan air matalah yang mewakili atas ketakutan dan kerinduan. Percayalah atas kunfayakun cinta-Nya..
Mengertilah..
Kematian memang selalu setia mengintai, lewat caranya masing-masing.
-wdchintya e-
Sesederhana itu
Sesederhana itu
kau mengajariku.
Jgn berharap tinggi kepada oranglain, klau kamu bisa kerjakan kerjakan segera.
Jangan ditunda, tapi dicicil pekerjaan itu..
Sesederhana itu kau mengajariku.
Tetap tabah dan berbuat baik kepada mereka yang tega memfitnah untuk menjatuhi..Lalu kau berucap kepadaku, "Kak, orang baik saja pasti ada yg tidak menyukai apalagi jika kita jahat kepada oranglain".
Selamat Malam Motivator Terhebatku, Mamah Abah 💜
Semoga Allah selalu memberimu kesehatan dan hidup yg berkah serta selalu dalam lindungan-Nya..
.
Masih sama, Dari putri kecilmu yg manja
Dikota perantauan.
.
170516
-Wdchintya E-
Cahaya
Setitik cahaya yang diraih, membuat mata enggan terpejam sedetik saja lalu enggan menerima cahaya lainnya.
Ah,
apalah arti cahaya . Jika hanya menjadi problema dalam hidup lalu
enggan menerima untuk menundukkan hati. Bukan kah cahaya, membuat terang
benderang hati dan hidup. Bukan meredupkan.
Jangan
tanyakan apapun, jika cahaya itu akan benar-benar hilang dalam hidup,
menyapa pun tidak. Jika tak sedari tadi kau sadar betapa berharganya
cahaya itu. Tanpa seizin pun ia akan pergi tanpa persetujuan.
Ketahuilah, apapun yang datang dalam hidupmu adalah kado dari Tuhan.
Jangan mengelak, apalagi berpura-pura.
-Wdchintya E-
Perjalanan ini
Nasehat itu pasti, terdengar atau tidak
langsung dari pribadi manusianya. Mungkin itu.. Cukup mengetahui bahwa
berharap lebih pada manusia adalah suatu kekecewaan yang dibentuk diri
sendiri, berharap bisa melakukan ternyata tidak pada kenyataan. Ah,yah.
Hidayah urusan Allah, yg penting menyampaikan.
Tapi ia paham.
Duh, yang pahampun harus terus dipaham kan bukan ? Namun, yah..
tergantung individu lagi mau terus belajar untuk memahami apa tidak.
Kecewa
itu pasti. Siapa yang mau disini. Berteman sepi pada kegelapan,
menyendiri dalam tangis, tertawa dalam amarah, tersenyum dalam
kekecewaan. Ah tidak juga, cobalah sedikit membuka hati ada warna-warni
yang beda jika kau rasa.
Tak ingin membuka hati lagi ? Kukira kau
paham namun ternyata tidak. Biarkan saja diam bisu. Percayalah tak ada
yang marah, hanya saja kecewa. Kau tau rasa kecewa bukan. Itu kertas
putih mulai ternoda, bersihkan saja, bekasnya masih terlihat.
Silahkan
saja pergi, namun jgn berhenti karna yg dibutuhkan sebenarnya bukanlah
kamu apalagi aku. Ia akan tetap berjalan, dan akan terus berjalan. Karna
masih banyak yg setia untuk menjalani hingga kematian memanggil. Oya,
aku masih disini menggandeng mesra meski harus tertatih-tatih..
-Wdchintya E-
Celoteh Senja ❣
Tanyakan saja pada serpihan kenangan, nyawanya mulai habis dititik senja. .
Amboi, sayangnya senja selalu tahu kapan ia harus hadir dan pergi dengan membekaskan cerita yg indah. Tak nak seperti itu ?
.
Iya
iyaa, aku tahu. Senja itu menampakkan bercak kemerah-merahan. Sudahlah,
mengapa selalu diusik. Jika masih bisa memberi bercak biru kedamaian.
.
Jalan
langit itu boleh nampak indah, hendak melewati dengan berliku-liku itu
pilihan. Sekali lagi, tanyakan saja pada serpihan kenangan, nyawanya
mulai habis dititik senja. seperti itukah kehendak bersama ? .
-Wdchintya E-
.
📷 Disudutmasjid
Universitas kehidupanku
Hei abah..
Hari jum'at gini selalu mengingatkan masa kecil
ya saat kau bawa diriku putri kecilmu, ke masjid untuk ikut shalat
jum'at (meskipun putrimu cewe 😆) terus waktu kutbah putrimu ketiduran,
yah mau tak mau ketika pulangan kau menggendong dibelakang. .
Sekarang
kini kusadar, tubuhmu mulai tak mampu untuk menopang beratnya tubuh
putri kecilmu yg semakin berkembang. Tapi aku sadar, dirimu terlampau
sangat kuat untuk menopang beban dipundakmu. Dan aku belum mampu untuk
bersaing tentang itu.
.
Hei mamah..
Entah dimana kau
dipersekolahkan dulu, entah literatur apa yg telah kau baca. Namun kau
banyak menguasai ilmu. ilmu chef, ilmu keuangan, ilmu akuntansi, ilmu
kedokteran, ilmu keperawatan, ilmu tukang menukang, ilmu relasi, ilmu
perkebunan dan yg terpenting adalah Ilmu dalam beretika. Etika kepada
suami, mertua, anak-anak, tetangga dll. Dan yg putri kecilmu tahu adalah
kau lahir dari rahim seorang ibu yg berhasil menciptakan generasi yg
baik pula.
.
Selamat hari Guru Abah Mamah. kau guru ku, guru Universitas Kehidupan ❣ ❣
-Wdchintya E-
ketakutanku
"Sesuatu hal yg
ditakuti lambat laun kan mengerti bahwa kehadirannya tidak diinginkan.
Bukan berarti ia langsung pergi. Berlahan-lahan ia datang, meskipun
harus bersembunyi didalam keheningan.
Dan lambat laut ketakutan menggandeng kenyataan."
.
Aku
masih ingat kata-kata itu, berlahan aku mencermati apa yang kau
sampaikan. Berlahan pun aku mem'benar'kan kata-katamu. Aku teringat jua
ayat yg kau bacakan،" فاذكرؤني اذكركم واشكرؤالي ولتكفرؤن
.
All izz well, Allah bersamamu 😊
.
-wd-
Imam
Teruntuk kau seorang imam.
Setelah mengenap, maka tanggungjawabmu meningkat.
Tak hanya kepada kedua orangtuamu saja tapi kepada orangtua penggenapmu.
.
Mencari nafkah ditengah kegelapan malam, gelombang lautan, banyaknya nyamuk dihutan, berperang melawan dinginnya angin malam.
Hal itu yg terjadi..
.
Sederhananya, melakukan yg lebih dari mengganjil. *tsahh
.
Selamat menjalankan peran seorang abah. Dan kamu tau? Abahti yg terbaik 💜
Diskusi hati
Pada sebuah nama yg mengikhlaskan
hatinya tersayat secara berlahan. Berharap pada sebuah 'kasihan' yang
melayang disetiap perputaran.
.
Teman setia hanyalah bayangan. Yang akan hilang disetiap redupan.
Bermuka masam karna sebuah impian. Bukan keinginan, apalagi permintaan.
.
Izinkan saja hati merendah ria. Hingga kesombongan malu untuk bernostalgia.
Izinkan saja rasa syukur mengembang. Hingga syetan tak mampu untuk berkembang.
.
Percayalah. Berlahan kacamata itu akan menemukan, meskipun berawal bayangan.
Percayalah.Pertemuan akan berbicara kenyataan. Bukan ilusi apalagi rayuan.
.
Mari sejenak diskusikan ini, pada sebuah malam bukan kelam.
Atau kita sudahi saja, buat apa mendiskusikan sebuah arti jika ia berasal dari hati.
-Wdchintya E-
Memaknai dengan beda.
Jangan berharap banyak, pada sebuah hubungan yg
terlarang,"pacaran" contohnya. Banyak yg saya temui, pacaran
bertahun-tahun dan bertahun-tahun pula bersama tapi tidak ada kejelasan
apapun eh ujung-ujungnya putus jua. Resmi deh jadi janda-duda ilegal
*eh.. .
.
Terus galau-galau deh, .
.
"aku tak bisa hidup tanpa dia"
ealah, kamu ndabisa hidup kalau jantung sudah tak berdetak atuh 😩 .
.
"Tapi keluargaku dan keluarganya sudah saling kenal. Aku sudah sangat kenal sifat-sifat dia. Aku ndabisa diginiin. Ya Allah, ini nda adil" ealah, lu lupa apa. Lu juga nda adil sama Allah. Adil lu hoax. Lu bertahun-tahun bermaksiat tahan-tahan aja, lah giliran disuruh ibadah maks 15 menit ogah-ogahan.
.
.
Sayangnya proses menggenapi bukan permasalahan cepat atau siapa yg terlebih dahulu. Ini proses..
.
Proses pencarian, proses pemfilteran. Proses memantaskan. Proses ikhtiar.
.
.
Oya jangan sekali-kali ya memakai proses pengenalan lewat pacaran. Karna sangat mudah bagi Allah untuk membatalkan. Wong, negeri yg bagus insfastrukturnya, jaya negaranya aja bisa sangat mudah Allah hancurkan karna tidak beriman kepada Allah. Apalagi cuma sebuah hubungan pacaran, ditiup sedikit runtuh deh hubungannya 😧
.
.
Yah, kalau emang sudah siap lahir bathin untuk menggenapi. Manggaa atuh, sok dihalalin.
Kalau belum siap ya manggaa, banyak-banyakin puasa dan katakan "JOSH" Jomblo Sampe Halal.
.
.
-Wdchintya E-
.
Terus galau-galau deh, .
.
"aku tak bisa hidup tanpa dia"
ealah, kamu ndabisa hidup kalau jantung sudah tak berdetak atuh 😩 .
.
"Tapi keluargaku dan keluarganya sudah saling kenal. Aku sudah sangat kenal sifat-sifat dia. Aku ndabisa diginiin. Ya Allah, ini nda adil" ealah, lu lupa apa. Lu juga nda adil sama Allah. Adil lu hoax. Lu bertahun-tahun bermaksiat tahan-tahan aja, lah giliran disuruh ibadah maks 15 menit ogah-ogahan.
.
.
Sayangnya proses menggenapi bukan permasalahan cepat atau siapa yg terlebih dahulu. Ini proses..
.
Proses pencarian, proses pemfilteran. Proses memantaskan. Proses ikhtiar.
.
.
Oya jangan sekali-kali ya memakai proses pengenalan lewat pacaran. Karna sangat mudah bagi Allah untuk membatalkan. Wong, negeri yg bagus insfastrukturnya, jaya negaranya aja bisa sangat mudah Allah hancurkan karna tidak beriman kepada Allah. Apalagi cuma sebuah hubungan pacaran, ditiup sedikit runtuh deh hubungannya 😧
.
.
Yah, kalau emang sudah siap lahir bathin untuk menggenapi. Manggaa atuh, sok dihalalin.
Kalau belum siap ya manggaa, banyak-banyakin puasa dan katakan "JOSH" Jomblo Sampe Halal.
.
.
-Wdchintya E-
Bagaimana Bisa ?
Bagaimana bisa aku melupakan, jika do'a kalian lah yg
membuatku menjadi kuat dan berkat doa kalian lah sedikit demi sedikit
cita-citaku tercapai.
Bagaimana bisa aku melupakan, jika kalianlah nafasku.
Bagaimana bisa aku melupakan, jika kalianlah senyuman ini.
Bagaimana bisa aku melupakan, jika impianku adalah membuat kalian bahagia.
Bagaimana bisa aku melupakan, jika aku adalah harapan terbesar kalian.
Bagaimana bisa aku melupakan, jika dipundak ini kalian titipkan harapan besar untuk keluarga kita.
Bagaimana bisa aku melupakan, hingga sedewasa inipun kalian masih sibuk untuk mengeluarkan airmata, menguras keringat demi aku menuntut ilmu.
Pandailah orang cakap, "aku akan merawat orangtua seperti ia merawat aku"
pada nyatanya, "orangtua sanggup untuk merawat sepuluh anak sekaligus, namun anak belum tentu bisa untuk merawat kedua orangtuanya"
-wdchintya E-
Bagaimana bisa aku melupakan, jika kalianlah nafasku.
Bagaimana bisa aku melupakan, jika kalianlah senyuman ini.
Bagaimana bisa aku melupakan, jika impianku adalah membuat kalian bahagia.
Bagaimana bisa aku melupakan, jika aku adalah harapan terbesar kalian.
Bagaimana bisa aku melupakan, jika dipundak ini kalian titipkan harapan besar untuk keluarga kita.
Bagaimana bisa aku melupakan, hingga sedewasa inipun kalian masih sibuk untuk mengeluarkan airmata, menguras keringat demi aku menuntut ilmu.
Pandailah orang cakap, "aku akan merawat orangtua seperti ia merawat aku"
pada nyatanya, "orangtua sanggup untuk merawat sepuluh anak sekaligus, namun anak belum tentu bisa untuk merawat kedua orangtuanya"
-wdchintya E-
Langganan:
Komentar (Atom)