Senyuman Hati, Tentangnya..
Sejenak saja aku mohon, jangan ganggu.
Jangan sentuh.
Apalagi memegang.
Kamu tahu bunga putri malu itu ?
Ketika kau sentuh maka semakin ia menutup.
Semakin kau berusaha untuk memegangnya, maka duri duri tajamnya dengan sigap melukaimu.
Ya, begitulah hati ketika tak diberi pupuk penyegar maka duri duri tajamnya kan melukai siapapun. Sisanya, hanyalah pupuk gagal. Penyesalan.
"Kan aku sudah bilang, Ta'aruf itu tak cukup 1 tahun, 2 3 4 tahun, tidak. Apalagi 1 2 3 4 minggu.
Tidak. Tapi ta'aruf itu selamanya. Mengenal dan saling mengenali.
Jadi kamu tak payah mengatakan bahwa dirimu sudah ma'rifat banget dengan diriku" kataku..
Dia hanya tertunduk, dan tersenyum.
Entah apa arti dari senyumnya.
Yang aku tahu, dia tak pandai berskenario marah, atau membalas ke amarahanku.
Itu yg ku tahu. Sisanya aku tak peduli.
Begitulah aku dengan segala keegoisanku.
Sedangkan dia, dia yg selalu setia perhatian dan menanyakan perihal tentangku.
Menanyakan "Apa, kenapa, bagaimana,mengapa, siapa"lagilagi tentang aku dan tak henti hentinya pertanyaan itu keluar dari bibirnya.
Sedangkan aku, lagi lagi tak peduli.
Senyumnya tetap sama, tak ada nampak kekecewaan.
Iya, itulah dia.
Samarinda, 19 Desember 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar