Minggu, 19 Februari 2017

Tragedi itu (Part 1)

Masih terbalut kuat kisah itu, meski telah bertahun-tahun lamanya. Bekasnya pun masih ada berserakan awalnya, kini seiringnya waktu hanya sisa kenangan. Entah trauma, tapi kurasa tidak juga. Entah sedih, tapi kurasa tidak juga. Bersyukur, itu kuncinya.
.
Tepatnya 23 Ramadhan 1432 H. 5 tahun yg lalu. H-7 Lebaran. .
.
Adzan magrib seperti biasanya selalu dinanti bahkan dirindukan banyak orang, menanyakan kapan adzan magrib. Ya. Ramadhan selalu mengajarkan umat muslim bagaimana caranya merindukan panggilan Allah .
.
Adzan Isya pun terdengar syahdu nan damai dihati, berbondong-bondong bapak, ibu, kakak, adik, om, tante, julak, acil, serta anak kecil yang tak ketinggalan menuju rumah Allah untuk menunaikan ibadah shalat isya serta dilanjutlan dengan shalat Tarawih. Saat itu semua orang beramai-beramai bahkan berlomba-lomba dalam ibadah. Namun banyak pula sebagian yg melaksanakan dirumah saja entah apa itu alasannya. Banyak juga yg memilih meramaikan Mall-mall di kota sebrang nan jauh disana. Itu pilihan, dunia atau akhirat.
.
Semua berjalan seperti malam-malam biasanya. Shalat isya ditunaikan. Terlaksana dengan khusyuk.
.
Tak ada yg menduka. Semua berpikir malam ini akan terlewatkan seperti malam-malam sebelumnya. Tapi ternyata tidak ! Api. Ya, Api itu.
.
to be a continue.. 

-Wdchintya E-

 270716

Tidak ada komentar:

Posting Komentar