Tragedi itu (Part 1)
Masih terbalut kuat kisah itu, meski telah
bertahun-tahun lamanya. Bekasnya pun masih ada berserakan awalnya, kini
seiringnya waktu hanya sisa kenangan. Entah trauma, tapi kurasa tidak
juga. Entah sedih, tapi kurasa tidak juga. Bersyukur, itu kuncinya.
.
Tepatnya 23 Ramadhan 1432 H. 5 tahun yg lalu. H-7 Lebaran. .
.
Adzan
magrib seperti biasanya selalu dinanti bahkan dirindukan banyak orang,
menanyakan kapan adzan magrib. Ya. Ramadhan selalu mengajarkan umat
muslim bagaimana caranya merindukan panggilan Allah .
.
Adzan Isya
pun terdengar syahdu nan damai dihati, berbondong-bondong bapak, ibu,
kakak, adik, om, tante, julak, acil, serta anak kecil yang tak
ketinggalan menuju rumah Allah untuk menunaikan ibadah shalat isya serta
dilanjutlan dengan shalat Tarawih. Saat itu semua orang beramai-beramai
bahkan berlomba-lomba dalam ibadah. Namun banyak pula sebagian yg
melaksanakan dirumah saja entah apa itu alasannya. Banyak juga yg
memilih meramaikan Mall-mall di kota sebrang nan jauh disana. Itu
pilihan, dunia atau akhirat.
.
Semua berjalan seperti malam-malam biasanya. Shalat isya ditunaikan. Terlaksana dengan khusyuk.
.
Tak ada yg menduka. Semua berpikir malam ini akan terlewatkan seperti
malam-malam sebelumnya. Tapi ternyata tidak ! Api. Ya, Api itu.
.
to be a continue..
-Wdchintya E-
270716
Tidak ada komentar:
Posting Komentar