Minggu, 19 Februari 2017

Hikmah perjalanan

Dalam sebuah perjalanan, Ada saja hal yang menarik untuk dituliskan.
Ada saja hal yang menginspirasi untuk dilakukan.

Ada saja hal yang membuat ruhiyah harus dikuatkan.
Ada saja hal yang membuat kekaguman hingga tak ingin berhenti dari sebuah perjalanan.

Dalam sebuah perjalanan, selalu ada pertemuan yang membuat diri malu. Malu ketika bertemu dengan seseorang disuatu Masjid (yg selalu membuat diri merasa aman) bertemu dgn sosok yang berusaha untuk shalat diMasjid padahal kakinya sedang sakit.
Saat itu hati merasa terenyuh, merasa bersyukur sekaligus malu karena diri yang masih sempurna dalam arti memiliki fisik yg lengkap masih bisa bersujud secara langsung kepada-Nya. Sedangkan beliau, tak bisa lagi bersujud secara langsung. (P 300416)

Dalam sebuah perjalanan aku dituntut melepaskan agar dapat belajar untuk mengikhlaskan.
Ya ! Mengikhlaskan !

Seperti ia seorang ayah atau ibu, mengikhlaskan waktunya ditengah malam ataupun dipagi-pagi hari untuk bekerja demi anak-anaknya untuk sesuap nasi..
.
.
Dan saat ini, aku masih diperjalanan. Entah dipersimpangan atau diujung jalan itu. Dalam keadaan sehat atau tiada. Yang jelas, perjuangan dulu.
Memperbaiki.. Selamat menikmati perjalanan. .
 

-Wdchintya E-

090516

Tidak ada komentar:

Posting Komentar