Hikmah perjalanan
Dalam sebuah perjalanan, Ada saja hal yang menarik untuk dituliskan.
Ada saja hal yang menginspirasi untuk dilakukan.
Ada saja hal yang membuat ruhiyah harus dikuatkan.
Ada saja hal yang membuat kekaguman hingga tak ingin berhenti dari sebuah perjalanan.
Dalam
sebuah perjalanan, selalu ada pertemuan yang membuat diri malu. Malu
ketika bertemu dengan seseorang disuatu Masjid (yg selalu membuat diri
merasa aman) bertemu dgn sosok yang berusaha untuk shalat diMasjid
padahal kakinya sedang sakit.
Saat itu hati merasa terenyuh, merasa
bersyukur sekaligus malu karena diri yang masih sempurna dalam arti
memiliki fisik yg lengkap masih bisa bersujud secara langsung
kepada-Nya. Sedangkan beliau, tak bisa lagi bersujud secara langsung. (P
300416)
Dalam sebuah perjalanan aku dituntut melepaskan agar dapat belajar untuk mengikhlaskan.
Ya ! Mengikhlaskan !
Seperti
ia seorang ayah atau ibu, mengikhlaskan waktunya ditengah malam ataupun
dipagi-pagi hari untuk bekerja demi anak-anaknya untuk sesuap nasi..
.
.
Dan
saat ini, aku masih diperjalanan. Entah dipersimpangan atau diujung
jalan itu. Dalam keadaan sehat atau tiada. Yang jelas, perjuangan dulu.
Memperbaiki.. Selamat menikmati perjalanan. .
-Wdchintya E-
090516
Tidak ada komentar:
Posting Komentar