Minggu, 19 Februari 2017

Memaknai dengan beda.

Jangan berharap banyak, pada sebuah hubungan yg terlarang,"pacaran" contohnya. Banyak yg saya temui, pacaran bertahun-tahun dan bertahun-tahun pula bersama tapi tidak ada kejelasan apapun eh ujung-ujungnya putus jua. Resmi deh jadi janda-duda ilegal *eh.. .
.
Terus galau-galau deh, .
.
"aku tak bisa hidup tanpa dia"
ealah, kamu ndabisa hidup kalau jantung sudah tak berdetak atuh 😩 .
.
"Tapi keluargaku dan keluarganya sudah saling kenal. Aku sudah sangat kenal sifat-sifat dia. Aku ndabisa diginiin. Ya Allah, ini nda adil" ealah, lu lupa apa. Lu juga nda adil sama Allah. Adil lu hoax. Lu bertahun-tahun bermaksiat tahan-tahan aja, lah giliran disuruh ibadah maks 15 menit ogah-ogahan.
.
.
Sayangnya proses menggenapi bukan permasalahan cepat atau siapa yg terlebih dahulu. Ini proses..
.
Proses pencarian, proses pemfilteran. Proses memantaskan. Proses ikhtiar.
.
.
Oya jangan sekali-kali ya memakai proses pengenalan lewat pacaran. Karna sangat mudah bagi Allah untuk membatalkan. Wong, negeri yg bagus insfastrukturnya, jaya negaranya aja bisa sangat mudah Allah hancurkan karna tidak beriman kepada Allah. Apalagi cuma sebuah hubungan pacaran, ditiup sedikit runtuh deh hubungannya 😧
.
.
Yah, kalau emang sudah siap lahir bathin untuk menggenapi. Manggaa atuh, sok dihalalin.
Kalau belum siap ya manggaa, banyak-banyakin puasa dan katakan "JOSH" Jomblo Sampe Halal.
.
.
-Wdchintya E-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar