Minggu, 19 Februari 2017

ketakutanku lagi..

Berfikir yang tidak-tidak. 

Jelas, terlalu takut untuk merasakan kehilangan. Namun nyatanya telah ditinggalkan.
Tinggal lah mereka yang tersayang. Memaksakan semua harus baik-baik saja. Harus. Dengan merengek, menjerit kepada-Nya.

Takut. Ya takut. Sebuah rasa yang tidak bisa dielak kan.
Menepis semua pemikiran yang selalu saja datang tanpa mengetok terlebih dahulu.

Akan baik-baik saja, setelah dipikir panjang dan mengalami kejadian banyak hal ternyata tidak akan bisa selamanya kan baik-baik saja. Sekuat dan semampu apapun menemani serta menjaga.
Kau percaya takdir, bukan ?
Kau percaya semua atas kehendakn-Nya, bukan ?
Kau percaya pertolongan-Nya begitu dekat, bukan ?
Kau percaya manusia kan diuji sesuai kemampuannya, bukan ? 

"Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun," ( 67:1-2)

Tetesan air matalah yang mewakili atas ketakutan dan kerinduan. Percayalah atas kunfayakun cinta-Nya.. 

Mengertilah..
Kematian memang selalu setia mengintai, lewat caranya masing-masing. 

 -wdchintya e-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar