Diskusi hati
Pada sebuah nama yg mengikhlaskan
hatinya tersayat secara berlahan. Berharap pada sebuah 'kasihan' yang
melayang disetiap perputaran.
.
Teman setia hanyalah bayangan. Yang akan hilang disetiap redupan.
Bermuka masam karna sebuah impian. Bukan keinginan, apalagi permintaan.
.
Izinkan saja hati merendah ria. Hingga kesombongan malu untuk bernostalgia.
Izinkan saja rasa syukur mengembang. Hingga syetan tak mampu untuk berkembang.
.
Percayalah. Berlahan kacamata itu akan menemukan, meskipun berawal bayangan.
Percayalah.Pertemuan akan berbicara kenyataan. Bukan ilusi apalagi rayuan.
.
Mari sejenak diskusikan ini, pada sebuah malam bukan kelam.
Atau kita sudahi saja, buat apa mendiskusikan sebuah arti jika ia berasal dari hati.
-Wdchintya E-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar